Rabu, 22 Februari 2012 , 13:29:00 WIB
RMOL. Penyebab kebakaran penjara paling parah dalam abad ini, yang terjadi pada tanggal 14 Februari di penjara Comayagua, Honduras, yang menewaskan sekitar 357 orang tahanan masih terus diselidiki.
Menurut Kepala Sistem Lembaga Pemasyarakatan Nasional, Orellana, ada dua dugaan penyebab kebakaran. Pertama kebakaran terjadi karena para napi dengan sengaja membakar tempat tidur mereka. Dugaan kedua kerena adanya arus pendek listrik.
Tetapi saat ini, dugaan-dugaan tersebut mulai diragukan, "Dugaan awal yang kami miliki adalah ini sebuah kecelakaan, ide-ide terkait tindakan kriminal, atau hubungan arus pendek listrik telah dikesampingkan," ujar Menteri Keamanan Honduras, Pompeyo Bonilla, seperti diberitakan AFP.
Bonilla menjelaskan teorinya bahwa para tahanan merokok di atas kasur yang mudah terbakar. Kemudian api pun menyebar ke fasilitas yang lainnya. Pihak berwenang hingga saat ini belum menyebut siapa tahanan yang tertidur saat merokok.
Sementara itu, keluarga korban menyebut bahwa pada beberapa mayat tahanan ditemukan luka tembakan. Mereka mengklaim ada laporan kemungkinan polisi dibayar untuk menuangkan bensin di sekitar penjara dan membantu sebuah pelarian. Namun pihak berwenang membantah laporan mengenai adanya luka tembak tersebut.
Dalam pernyataannya di Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Tegucigalpa, Honduras, tim ahli AS dari Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api dan Bahan Peledak (ATF) menyatakan, kebakaran itu diyakini karena kecelakaan.[Shari Triharmayanti/ald]





